Nouvo And DSM Is My Life

Nouvo And DSM Is My Life

Sabtu, 04 Mei 2013

Kenapa Tidak Boleh Makan Daging Babi?



Sobat Lebaran pasti tahu bahwa daging babi haram untuk kita konsumsi. Hal ini banyak tertuang di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 173 :

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dari hadist tersebut jelas bahwa babi memang haram untuk kita konsumsi. Larangan untuk mengkonsumsi babi ini tentulah mengandung kebaikan. Tidak semata-mata Islam memerintahkan sesuatu tanpa ada kebaikan di dalamnya.

Uric acid
Dalam setiap darah terdapat uric acid atau asam urat atau sampah sebagai sisa metabolisme dan dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal melalui air seni. Namun babi hanya mengeluarkan 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuh.

Bayangkan bila kita mengkonsumsi daging babi? Ibaratnya kita mengkonsumsi daging yang penuh sampah darah yang jelas-jelas dibuang oleh tubuh kita.

Tidak dapat disembelih
Islam mengajarkan penyembelihan hewan dengan aturan menyebut nama Allah dan mengiris urat nadi dalam leher serta membiarkan urat dan organ lain hewan tersebut utuh. Hal ini dimaksudkan agar hewan mati kehabisan darah karena bila hewan mati karena kerusakan organ, maka darahnya akan menggumpal dalam urat dan mencemari daging. Itulah yang terjadi pada babi. Karena babi tidak dapat disembelih (babi tidak memiliki leher), maka biasanya babi akan dibunuh dengan cara dilukai. Misalnya dengan menusuk dada babi sampai jantung.

Kotor
Babi adalah hewan yang sangat kotor dan jorok. Saking joroknya babi, hewan tersebut suka memakan kotorannya sendiri. Pemalas, rakus, tidak tahan sinar matahari, dan jelas sangat suka tempat kotor adalah sifat babi.

Di dalam tubuh babi terdapat banyak cacing pita dengan telur-telurnya. Selain itu tubuh babi adalah gudang bakteri dan parasit yang berbahaya bagi kesehatan. Misalnya cacing Taenia Sollum yang dapat mengakibatkan kekurangan darah dan gangguan pencernaan, Cacing Trichinia Spiralisasadapat membuat sakit yang luar biasa saat kita bergerak dan menyebabkan gerakan lambat, atau cacing Schistosoma Japonicus yang menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.

Sumber penyakit
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa daging babi menimbulkan banyak penyakit. Salah satunya penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.

Daging babi sangat sulit dicerna oleh tubuh, bila daging biasa memerlukan waktu sekitar 3 jam, maka daging babi dapat menempuh waktu 5 jam untuk dicerna sempurna. Hal ini dapat menyebabkan pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, radang sendi, dan nyeri dada.

Dr Murad Hoffman, Daniel S Shapiro, MD, seorang Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center mengatakan ada 25 penyakit lebih yang disebabkan oleh babi, di antaranya : antrax, rabies, influenza dan sebagainya.

Hal yang tidak sehat lainnya adalah urine babi sering merembes ke daging karena praeutium babi sering bocor. Jadi tidak aneh banyak konsumen daging babi mengeluhkan bau pesing pada daging babi karena sudah tercemar urine.

Karakteristik babi
Apa yang kita makan biasanya akan mempengaruhi karakteristik kita. Dikhawatirkan dengan kita mengkonsumsi daging babi, sebersih apapun babi tersebut dipelihara, maka karakteristik babi melekat pada kita. Karakteristik babi misalnya malas, tidak punya daya juang, dan homoseksual.

Terdapat hikayat saat Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Saat itu orang-orang bertanya kenapa babi diharamkan walau sudah dipelihara dengan bersih. Akhirnya Imam Muhammad Abduh meminta menghadirkan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina, dalam jumlah yang sama 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina. Ayam dan babi ditempatkan dalam kandang berbeda. Apa yang terjadi?

Kedua ayam jantan berkelahi memperebutkan ayam betina sampai ada yang kalah salah satunya. Hal itu sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia diciptakan Allah SWT. Sedangkan yang terjadi pada babi adalah 2 babi jantan tersebut sama-sama menyetubuhi babi betina kemudian kedua babi jantan tersebut pun saling berhubungan. Hal ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia.

Tidak ingin, kan, karakteristik kita seperti babi? Maka jauhilah babi atas nama larangan Islam dan kesehatan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar