Nouvo And DSM Is My Life

Nouvo And DSM Is My Life

Sabtu, 04 Mei 2013

Kisah Nabi Idris AS

Sobat tentu masih ingat bahwa ada 25 nabi yang harus kita ketahui sebagai umat muslim. Salah satunya adalah nabi Idris AS yang merupakan salah satu dari nabi-nabi Allah. Nabi Idris merupakan  keturunan keenam dari Nabi Adam,  putera dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S, Nabi Idris merupakan keturunan pertama yang dikaruniai kenabian setelah Adam dan Syith.
Seperti yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan dalam Al Qur`an dalam surat Al Anbiya ayat 85 yang berbunyi :  “Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang sabar.” Nabi Idris As juga menempati surga Allah, ada juga yang berpendapat bahwa Nabi Idris AS menempati langit keempat seperti yang diriwayatkan oleh Hadist Bukhari,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Isra’-Mi’raj pernah melewati Nabi Idris, di mana ketika itu ia berada di langit keempat, lalu Beliau mengucapkan kepadanya. Beliau bersabda, “Lalu aku mengucapkan salam kepadanya, ia pun menjawabnya dan berkata, ‘Selamat datang seorang saudara yang saleh dan nabi yang saleh…dst’.” (HR. Bukhari).

Selain itu ada juga sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Idris adalah seorang penjahit. Dan Nabi Idris cukup mengatakan “Subhaanallah” maka jarum untuk menjahit sudah menancap. Dan Ibnu Ishaq juga menyebutkan bahwa Idris adalah orang pertama yang menulis dengan memakai pena. Sebagian ulama menerangkan bahwa Nabi idris hidup sebelum zaman Nabi Nuh ‘alaihissalam, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa Nabi Idris hidup sesudah masa Nabi Nuh ‘alaihissalam, dan hidup pada zaman Bani Israil.

Memang tidak banyak keterangan yang bisa sobat dapatkan tentang kisah Nabi Idris. Selain dalam surat Al Anbiya,  dalam surat Al Maryam ayat 56 dan 57 juga terdapat kisah tentang Nabi Idris, "Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka , kisah) Idris yang terdapat di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. 57 - Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." Dan untuk wafatnya Nabi Idris, diperselisihkan karena ada yang berpendapat bahwa Nabi Idris tidak mati tetapi diangkat ke langit oleh Allah dalam keadaan hidup, sebagaimana Nabi Isa `alaihissalam diangkat. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa Nabi Idris juga wafat sama sebagaimana rasul-rasul yang lain wafat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar