Nouvo And DSM Is My Life

Nouvo And DSM Is My Life

Sabtu, 04 Mei 2013

Tradisi Sungkeman Sesuai Syariatkah?


Sobat tentu sudah tidak asing dengan budaya sungkem yang merupakan salah satu budaya Jawa. Tradisi sungkeman merupakan tradisi khas masyarakat Jawa yang mana biasanya dilakukan pada acara – acara tertentu misalnya acara pernikahan. Adat dan istiadat yang sudah ditanamkan sejak kecil pada kita memang berlanjut sampai kita dewasa. Tetapi sobat harus mengetahui jika tradisi. Pada dasarnya islam sangat menghormati tradisi yang ada di dalam masyarakat dengan catatan sesuai dengan ajaran agama islam. Tetapi Islam melarang untuk membungkuk atau berdiri untuk menghormati seseorang. Seperti sungkeman atau berdiri untuk memberi hormat pada seseorang. Dan ancaman untuk hal juga tidak main – main. Karena neraka lah yang menajdi ancaman. Seperti yang Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan, “Barangsiapa yang suka seseorang berdiri untuknya, maka persiapkanlah tempat duduknya di neraka”. (HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad :977dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shohihah I/627). Hadist yang datang dari Rasul ini menjelaskan bahwa kita tidak boleh memberi penghormatan kepada seseorang dengan berdiri atau pun sungkem untuk memuliakan dan mengagungkannya.
Rasul pun juga sangat membenci tradisi menghormati seseorang dengan cara berdiri atau sungkem sebagaimana disebutkan dalam hadist Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu , di mana ia berkata: “Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para shahabat) cintai saat melihatnya selain Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Namun jika melihat beliau, mereka tidak pernah berdiri karena mereka mengetahui kebencian beliau atas hal itu”. (HR. Al-Bukhari Al-Adabul-Mufrad: 946, At-Tirmidzi: 2754 dan Asy-Syamaail:335, Ibnu Abi Syaibah 8/586, Ahmad 3/132 & 134 & 151 & 250, Abu Ya’laa no. 3784, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1126, dan yang lainnya; shahih). Sudah sangat jelas dikatakan dalam hadist bahwa para sahabat tidak pernah berdiri ketika Rasululloh datang, hal ini karena Rasululloh sangat membenci hal tersebut. Karena itu sudah seharunya sobat tidak ikut melakukan hal ini. Karena sudah jelas jika haram hukumnya.

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizohulloh juga mengatakan bahwa “Pengulangan berdiri untuk mengormati seorang alim ( guru atau ustadz)  atau orang yang masuk akan menimbulkan pada diri keduanya rasa cinta terhadap penghormatan dengan berdiri, di mana tidak terdapat perasaan gelisah pada dirinya, dan mereka yang berdiri merupakan pembantu bagi syaitan dalam memberikan rasa cinta penghormatan berdiri bagi yang datang, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menjadi penolong setan atas saudara kalian” [HR. Bukhari:6781] (Minhaj firqotun najiah wa thoifatul manshuroh hal 128, darul haromain). Dari sini sobat bisa mengetahui jika memberi penghormatan dengan berdiri atau sungkem dilarang karena sarana hal ini akan membuat seseorang menjadi gila hormat yang mana akan membuat seseorang menjadi sombong. Selain itu dengan diharamkannya hal – hal kecil seperti ini maka sobat bisa mengetahui betapa agama Islam yang sempurna ini mengatur banyak hal dari hal terkecil pun. Selain itu larangan ini juga menjaga agar kita terhindar dari kesyirikan karena pengagungan yang berlebihan. Karena kesyirikan adalah larangan terbesar dalam islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar